SOAL UAS RISET OPERASI

NAMA :  ANGGUN WAHYU ILAHI

NPM: 10319006  

Dosen : Ida Jalilah Fitria, S.E., M.M

  

KETENTUAN PENGERJAAN SOAL :

Ø  Soal no 1 sifatnya wajib dikerjakan

Ø  ketentuan soal no 2 sampai no 5 sudah ada

Ø  jawablah soal tersebut dengan penjelasannya dalam bentuk microsoftword dengan tema semenarik mungkin.

Ø  simpan jawaban kalian pada blog masing-masing yang link nya kemudian dikumpulkan di google classroom

Ø  waktu pengumpulan maksimum adalah 3 hari dari jadual UAS Riset Operasi yang telah ditentukan

Soal no 1 sifatnya wajib, semua mahasiswa wajib mengerjakan soal no 1

 

No 1

Jelaskan secara singkat apa itu Just in Time Manufacturing kemudian carilah sebuah perusahaan yang menerapkan Just in Time manufacturing (selain contoh yang sudah saya berikan) kemudian analisis sebelum perusahaan menerapkan dan setalah perusahaan menerapkan metode just in time manufacturing, terakhir silahkan berikan kesimpulan akhir mengenai data analisis kalian!

 

Soal no 2 sampai 5 dikerjakan sesuai dengan ketentuan berikut :

untuk nama mahasiswa yang berawalan A-F mengerjakan soal no 2

no 2.

Berikut ini adalah data banyaknya biaya yang dibutuhkan oleh seorang karyawan untuk menyelesaikan satu unit barang dari setiap pekerjaan dengan tipe berbeda di perusahaan tersebut:

KARYAWAN

BIAYA KALO MENGERJAKAN

PEKERJAAN I

PEKERJAAN II

PEKERJAAN III

PEKERJAAN IV

 

Asih

 

15

 

18

 

21

 

24

 

Budi

 

19

 

23

 

22

 

24

 

Cacih

 

26

 

17

 

16

 

19

 

Dadang

 

19

 

21

 

23

 

17

Dengan melihat data tersebut, tentukan karyawan mana yang cocok untuk setiap pekerjaan agar menghasilkan biaya paling minimal?

 JAWABAN 

1. PT. TOYOTA MOTOR

Salah satu perusahaan otomotif milik Jepang, Toyota, berhasil menguasai perekonomian dunia dengan kesuksesan sistem Toyota Production System atau yang lebih dikenal TPS dalam metode lean manufacturing yang mereka terapkan pada pada proses produksi mobil-mobilnya. Filosofi hasil pengembangan Taiichi Ohno ini berhasil membuat Toyota Motor Corp. menjadi perusahaan otomotif dengan penjualan mobil tertinggi, mengalahkan penjualan perusahaan otomotif nomor satu dunia, General Motors (GM).

-Penerapan Toyota Way

Dalam TPS dikenal tujuh jenis pemborosan yang disebut ‘Muda’ oleh Toyota. Muda sendiri berarti pemborosan yang tidak menambah nilai. Metode TPS yang dikembangkan Taiichi Ohno ini memiliki beberapa tools penting, yaitu just in time, kanban, jidoka, multi function worker, dan standarisasi kerja. Namun secara ringkas, hanya ada dua pilar utama dari sistem TPS, yaitu Just In Time atau disingkat dengan JIT, dan Jidoka atau membangun kualitas.

Just In Time (JIT) merupakan sistem produksi tepat waktu, dimana setiap proses hanya meghasilkan sejumlah komponen yang diperlukan pada tahapan selanjutnya dalam lini produksi. 

Kesimpulan:

Pada dasarnya inti dari Toyota Production System adalah menghilangkan pemborosan pada semua aspek yang berkaitan dan leveling production. Dengan leveling kebutuhan pelanggan dari waktu ke waktu, mereka dapat memanfaatkan sumber daya dengan lebih baik dan memastikan proses produksi berkesinambungan.

Konsep JIT bertujuan untuk menghasilkan dan memberikan bagian yang tepat dalam jumlah yang tepat pada waktu yang tepat dengan menggunakan sumber daya minimum. Sistem JIT mengurangi persediaan yang memicu terjadinya pemborosan saat proses produksi. Pengurangan persediaan akan mengurangi terjadinya masalah produksi, dan selalu terfokus pada perbaikan yang diperlukan.

2 . Berikut ini adalah data banyaknya biaya yang dibutuhkan oleh seorang karyawan untuk menyelesaikan satu unit barang dari setiap pekerjaan dengan tipe berbeda di perusahaan tersebut 

Dengan melihat data tersebut, tentukan karyawan mana yang cocok untuk setiap pekerjaan agar menghasilkan biaya paling minimal!

Langkah 1: Mengubah matriks awal menjadi matriks opportunity cost (reduced cost matrix/RCM), dengan cara memilih elemen terkecil dari setiap baris, kemudian kurangkan pada seluruh elemen baris tersebut!

KARYAWAN

BIAYA KALO MENGERJAKAN

PEKERJAAN I

PEKERJAAN II

PEKERJAAN III

PEKERJAAN IV

 

Asih

 

0

 

3

 

6

 

9

 

Budi

 

0

 

4

 

3

 

5

 

Cacih

 

10

 

1

 

0

 

3

 

Dadang

 

2

 

4

 

6

 

0



Langkah 2: Matriks RCM terus dikurangi untuk mendapatkan total-opportunity-cost matrix/TOCM, dengan cara memilih elemen terkecil dari setiap kolom pada RCM yang tidak mempunyai nilai nol, kemudian kurangkan pada seluruh elemen dalam kolom tersebut

KARYAWAN

BIAYA KALO MENGERJAKAN

PEKERJAAN I

PEKERJAAN II

PEKERJAAN III

PEKERJAAN IV

 

Asih

 

0

 

2

 

6

 

9

 

Budi

 

0

 

3

 

3

 

5

 

Cacih

 

10

 

0

 

0

 

3

 

Dadang

 

2

 

3

 

6

 

0


Langkah 3 : Melakukan test optimality (TOP) dengan menarik sejumlah minimum garis horisontal dan/atau vertikal untuk meliput seluruh elemen bernilai nol. Penugasan optimal adalah feasible jika jumlah garis sama dengan jumlah baris atau kolom




Langkah 4 : Jika belum optimal, lakukan revisi TOCM dengan memilih elemen terkecil yang belum terliput garis untuk mengurangi seluruh elemen yang belum terliput. Kemudian tambahkan jumlah yang sama pada seluruh elemen yang mempunyai dua garis yang saling bersilangan. Setelah itu lakukan kembali langkah 3, sampai diperoleh solusi optimal

KARYAWAN

BIAYA KALO MENGERJAKAN

PEKERJAAN I

PEKERJAAN II

PEKERJAAN III

PEKERJAAN IV

 

Asih

 

0

 

0

 

4

 

7

 

Budi

 

0

 

1

 

1

 

3

 

Cacih

 

12

 

0

 

0

 

3

 

Dadang

 

4

 

3

 

6

 

0



Langkah 4 : Jika belum optimal, lakukan revisi TOCM dengan memilih elemen terkecil yang belum terliput garis untuk mengurangi seluruh elemen yang belum terliput. Kemudian tambahkan jumlah yang sama pada seluruh elemen yang mempunyai dua garis yang saling bersilangan. Setelah itu lakukan kembali langkah 3, sampai diperoleh solusi optimal

KARYAWAN

BIAYA KALO MENGERJAKAN

PEKERJAAN I

PEKERJAAN II

PEKERJAAN III

PEKERJAAN IV

 

Asih

 

0

 

0

 

4

 

7

 

Budi

 

0


 

1

 

5

 

Cacih

 

12

 

0

 

0

 

3

 

Dadang

 

4

 

3

 

6

 

0


Langkah 5 : Melakukan test optimality (TOP) kembali dengan menarik sejumlah minimum garis horisontal dan/atau vertikal untuk meliput seluruh elemen bernilai nol. Penugasan optimal adalah feasible jika jumlah garis sama dengan jumlah baris atau kolom

terakhir-60c421cdd541df3fc60886f2.jpg

Optimalisasi telah terpenuhi karena jumlah garis = 4 sudah sama dengan jumlah baris atau jumlah kolom yaitu 4

Dari ke 5 langkah diatas dapat disimpulkan biaya minimal nya yaitu:


KARYAWAN

BIAYA KALO MENGERJAKAN

PEKERJAAN I

PEKERJAAN II

 

Asih

 

II

 

18

 

Budi

 

I

 

19

 

Cacih

 

III

 

16

 

Dadang

 

IV

 

17







Komentar